Wednesday, 28 November 2012

Persiapan Keuangan Kehadiran Buah Hati

Kehadiran buah hati tentunya membuat kami bahagia bahkan sangat bahagia, hampir semua tenaga dan pikiran dikerahkan(weeehh kayak apa aja nih) Tapi tentunya kehadiran buah hati tentunya perlu biaya. Persiapan kelahiran anak membutuhkan 2 pos dana: pemeriksaan kehamilan dan belanja barang-barang kebutuhan bayi serta dana persalinan. Ayo kita bahas:

  • Pemeriksaan Kehamilan,  setiap pasangan berbeda-beda pandangan. Dan saya saja yang saya ceritakan Kami periksa kehamilan di Rumah Sakit Mitra Keluarga Bekasi Barat dengan ganti-ganti dokter, pertama dengan Dr. Anthony Atmadja SpOG (antrinya banyak banget dan ini yang buat saya malas) kedua dokter   Dr. Lidya LIliana SpOG (jadwalnya hari kerja, agak berat mengejar jadwalnya) dan yang ketiga Dr. Agus Surur Ashadi(sekarang praktek di Bintaro).Biaya periksa meliputi Administrasi, Dokter, Resep dan Laboratorium(karena saya hamil diawali dengan kelainan ginjal maka pergi ke Lab. menjadi hal wajib) untuk harga saya rasa masing-masing rumah sakit berbeda-beda ga usah di pos ya???... agak berat nulisnya). 
  • Belanja Kebutuhan Bayi, mungkin seperti pasangan lainnya yang keranjingan barang-barang bayi, begitu kehamilan tujuh bulan saya sering datang ke toko bayi dan jeleknya saya tidak mencatat apa yang akan dibeli dan apa yang sudah ada di rumah. Jadi kadang(sering malah) banyak barang yang sama, huffttt tapi tetap ga nyesel karena unyu-unyu. Nah kalau keranjingan barang bayi tentunya budgetnya lebih, sekarang saya baru nyesel karena banyak baju yang ga terpakai. Dan buntut dari semuanya masuk box di gudang dan ke saudara-saudara. jadi ada baiknya di catat agar tidak over. 
 Saya mempunyai kartu Askes tapi tidak menggunakan fasilitas tersebut, lebih milih yang saya harapakan. tapi bila ada yang keja di swasta Saat merancang kehamilan, cek fasilitas kesehatan dari kantor.
  • Apakah kantor membayari pemeriksaan kehamilan dan persalinan? Jika ya, berapa plafonnya? Jenis kamar apa yang dibayarkan? Karena misalnya, jika kantor membayari kelas 1 sedangkan Anda ingin kamar VIP, artinya Anda harus membayar selisihnya.
  • Jika kantor tidak membayari, siapkan dana sebelum hamil atau sambil hamil sambil mempersiapkan dananya. 
Persiapkan dana.
  • Pilihannya, tabungan dan  deposito. Tetapi tabungan tidak dianjurkan karena mudah “disabotase.” Deposito tidak mudah dicairkan jika belum jatuh tempo.Saya membuat rekening tersendiri untuk dana kelahiran si kecil. 
  • Saat menyiapkan dana, patoklah standar tertinggi, misalnya “bersalin secara Caesar di kamar VIP.” Tujuannya, mengantisipasi segala kemungkinan.Saya sendiri melahirkan dengan salmonella thypomia yang mengharuskan saya menambah satu personel dokter penyakit dalam dan perawatan yang lebih lama di rumah sakit plus biaya yang berkaitan dengan penyakit tersebut di luat biaya melahirkan secara sesio yang saya jalani(melempar motor ninja deh )
Jika belum menyiapkan dan sama sekali?
  • Segera berhemat dan menabung. Ubah prioritas pengeluaran bulanan Anda. Pengeluaran bulanan terbagi 4: Investasi (tabungan dan deposito), pengeluaran rutin (makan, tagihan listrik, air, tranportasi), cicilan (KPR, kartu kredit), lifestyle (makan di luar, ngopi, belanja fashion).
Pangkas biaya lifestyle!  Kurangi makan di luar, ngopi, nyalon, nonton bioskop, belanja fashion, rokok, internet broadband, dan hiburan lainnya. Penghematan Rp 500.000 – Rp 1.000.000 per bulan dari pos lifestyle, “menutup,’ biaya 1 kali periksa kehamilan dan sisanya ditabung untuk biaya bersalin.
Reactions:
Categories:

0 comments:

Post a Comment