Tuesday, 8 October 2013

Surat #curhatku disuatu siang

Semoga tidak menjadi orang lain saat kau masuk di rumah baru
semoga menjadi manusia baru yang mengarah pada kebaikan dengan tetap menjadi diri sendiri
maaf, dan aku minta maaf, harus kukatan bhwa doaku tadi sudah tak manjur, karena kau telah berubah
aku hanya berharap semoga pilihanmu menjadi hal yang terbaik tanpa menyakiti orang lain
tanpa membuat orang lain memposisikan kembali mereka dengan penuh kebingungan

Satu sore pernah kita lewati bersama, aku merasa mngenalimu dan sangat tahu siapa dirimu

tapi lain waktu kau berubah, sungguh sedikit pun aku tak mengenalimu kembali
kembali seperti awal mengenalmu, aku meraba dan kembali mengemas penyesuaian diriku
pertanyaannya kenapa aku jadi ikut berubah?
entahlah, aku hanya ingin kita bisa bersama searah, meski dalam hatiku kita tak sejalan dan setujuan

Pernah aku merasa dihujani senyuman dan tawa mu yang konyol 

dan aku pernah merasa malas karena sering tertawa
dan sekarang aku haus senyum dan tertawamu. Aku merindukan
memang saat sesuatu sudah mulai berubah aku baru merasakan artinya.....

Biarlah hujan datang, karena aku sudah merindukannya

biar juga bila petir datang karena sudah lama aku tak mendengarnya
tapi pasti akan ada pelangi dan malam penuh bintang yang menemaniku
aku masih ingat saat dulu sebuah surat datang di rumah
aku sambut dengan senyuman, dan seperti itu juga aku menyambut apa yang kau hadirkan

Aku hanya mengingatkan, kembalilah menjadi diri sendiri sebelum kau kehilangan semuanya

sebelum siang kehilangan mataharinya
dan sebelum laki-laki kehilangan perempuannya atau induk burung kehilangan anaknya
dan mata kehilangan tatapannya..................................



untuk sebuah hati yang selalu ada, 







Reactions:
Categories:

0 comments:

Post a Comment