Monday, 17 December 2012

@ Peron-cikini

Hujan mengguyur jakarta satu sore
kaki ini terpaksa jalan menembus gerimis yang rapat dan mendung gelap
Riuh  bising jakarta knalpot menderu sepanjang jalan
kaki terbasuh air hujan, dingin merasuk mengeratkan kedua tangan
menyusuri jalur di bawah jembatan rel, gemuruh kereta meramaikan sepi yang membungkam telinga

hati kesal mendapati kabar diujung penantian penuh harap
membuang waktu lenyapkan harap
"aku muak" dalam hati penuh emosi
berjalan penuh amarah, meski kata maaf sudah ku dengar, mata ini melelehkan tangis kemarahan
ya aku ingin hujan yang semakin besar, agar orang tak tahu kalau aku menangis



Reactions:
Categories:

0 comments:

Post a Comment