Tuesday, 8 May 2012

Terima Kasih My Ndy

Mengenalnya 7 tahun lalu bukan berarti aku mengerti betul kepribadiannya. Sosok yang dingin, keras, posesif, pendiam, mungkin terangkum dalam satu istilah unik ( unik dalam pengertian saya). Masih ingat saat di kampus UTM, rambut gondrong, ninja kembung alias vespa berwarna hijau muda, celana yang berjendela alias sobek( masih ingat betul dalam diri saya saat melihatnya pertama kali dengan celana sobek, dalam hati saya nih anak emaknya kmna aja>>>> wkwkwkwkkwk) postur tinggi kurus.

Entah memang setiap orang itu berproses ato memang aku dulu belum mengetahui nya betul , sekarang aku mengenalnya sosok yang masih posesif (tetep kalo ini, mungkin saking besar rasa sayangnya ato mungkin itu cara dia mengekspresikan cintanya), pribadi yang hangat, demokratis, terbuka, tapi lebih misterius(wkwkwwkwkwkwkwk susah menjelaskannya kl tidak bertemu orangnya). 

Ini merupakan tahun ke tiga bagi kami, setiap lebaran Allah memberikan rejeki yang tak terkira yang luar biasa di luar dugaan kami, Alhamdulillah,, Ya Rabb. Benar kata Ndy,, apa yang kita minta mungkin tak di penuhi tapi Allah beri yang kita butuh. Menyenangkan sekali meski pastinya setiap jalan ada kerikilnya termasuk jalinan kami berdua, hanya saja setiap kami jatuh Allah memberi kami penguat luar biasa, Miza Karmila Nur. 

Oooooh ya bicara sifatnya yang tidak berubah tadi(posesif) sampai hari ini aku merasa nyaman, pernah satu waktu muncul pertanyaan mungkin dia tidak percaya ke padaku? ato dia mengekangku? ternyata itulah cara dia menjagaku,, mengingat kembali perkataannya di waktu malam... 


sekarang ini bukan aku ato kamu, saat ini kita bertiga, belajar untuk saling menjaga, bukan diantara kita saja tapi lingkungan kita juga. aku ini baju mu kau pun begitu, belajar untuk peduli dengan perkataan orang, biarkan mereka menilai kita maka tetaplah pada jalurnya.


Pernah suatu waktu membuatnya marah, my ndy susah menerima bila saya mempunyai teman pria, ya jadi pelajaran buat saya memang saya harus menjaga,, ini yang dia bilang lingkungan, meski hanya berteman saya yakin penilaian orang akan berbeda, bukan dia tak percaya tapi karna saya ini bagian dr hidupnya, begitu juga sebaliknya dan ini yang dia bilang tetap di jalurnya.


terima kasih selalu mengingatkan saya, satu malam di bekasi bukan dia mengkoreksi diri saya tapi mengkoreksi kami berdua. trm kasih sampai hari jauh menjadi lebih indah. Benar bukan apa yang di punya tapi bagaiman kita dengan yang kita punya.




 
Reactions:

0 comments:

Post a Comment