Monday, 16 June 2014

Lipatan hati saya

Akhirnya saya bertambah, alhamdulillaah, mengenal diri saya, bahwa saya bukan siapa2(saya hanya seorang Pegawai yang gaji dalam hitungan jari) terlebih di hadapan Allah.

Allah menegur hambaNya dengan berbagai macam cara, termasuk menegur saya. Jumat adalah hari yang mengajarkan saya bahwa apa yang saya punya bukannlah hitungan matematika. 1 - 1 bukanlah 0. 1+1 bukanlah 2. Allah menitipkan segala sesuatunya sepanjang waktu yang tidak saya ketahui. Ketika saya merelakan uang yang menurut saya sangat banyak dihari jumat itu, Allah membalas dihari sabtu dengan berlipat ganda yang secara cuma-cuma diberikan kepada saya.

Bagi saya masalah apapun bukan siapa yang salah, menyalahkan satu orang, atau mencari kambing hitam, tapi bagaimana menyelesaikan masalah ini. Entah atas dorongan apa saya mengeluarkan uang dengan jumlah sekian. Jumat sore saya masih terpikirkan uang yang saya keluarkan , mengusik pikiran saya terus menerus. Ya Allah kalau aku tak ingin kenapa aku masih terpikirkan seperti ini.Ada yang jauh lebih membutuhkan dari pada saya. Saya hanya berdoa "Ya Allah hilangkan dari ingatan saya kejadian itu" sambil bersholawat disepanjang perjalanan berusaha melupakan. 

Setelah Sholat ashar dihari sabtu terdengar ajakan Ayah "ibu,ganti baju ya ". Saya hanya menjawab dengan senyuman bergegas ganti baju dan menyiapkan perlengkapan Mila. Subhanallah, Ayah menyampaikan maksud mengajak pergi di dalam mobil, memberi saya sekian gram sebagai hadiah. Ini hadiah dari Mu Ya Rabb. Maha Mengetahui lipatan hati saya. Inilah hitungan Allah yang bukan hitungan matematika.

Ya Allah jauhkan saya dari sikap "merasa", agar saya tak memiliki bibit penyakit sombong. Sombong alus. Betapapun keliatannya rendah hati. Terlebih dihadapanMu, jauhkan hamba dari pelit di jalanMu agar hamba selalu haus kehadiranMu.


Reactions:
Categories:

0 comments:

Post a Comment