Friday, 8 February 2013

Modal Setelah menikah

Modal tidak dibutuhkan saat mau usaha atau akan melangsungkan pernikahan. Jangan salah ya kalau Modal setelah menikah jauh lebih penting(menurut saya sih). Begitu saya menikah dan hidup terpisah dengan orang tua kami masing-masing di perumahan baru bernama Kontrakan Indah (alhamdulillah hanya 2 tahun dan langsung ke tolong Bank Miun) , Biaya memulai keluarga ternyata mahal. Jelaslah mau kontrak dimana? bayar kontrakan berapa? Mau tidur di tikar apa kardus? mau makan pake alas apa? masak pake apa? Mandi pake apa?Mau minum langsung dari kran?  hayo dihitung....... siapkan kalkulator anda.


Printilan-printilan kecil kayak ember, rak piring, panci, wajan, gayung, lap pel, keset, ini printilan yang banyak ga kesebut kalau dijumlah,,, huuuaaaalllaaaaa tetap banyak juga kan? belum yang besar-besar, kasur, lemari, TV, kulkas, dan bla bla bla. Untung alhamdulillah juga banyak dapet kado dari sahabat-sahabat dan keluarga yang sangat baik hati! Seprai, tambahan panci lain, cangkir dan teko, hiasan rumah, kimono handuk, kaos, adalah sebagian yang bisa diingat dari kado-kado yang didapat. Alhamdulillah ....... 
Biaya yang  tadi disebutkan  keluar kalau setelah menikah kamu langsung tinggal sendiri di kontrakan(rumah sendiri bagi yang sudah beli), terpisah dari orang tua. Kalau tinggal di Pondok Mertua Indah, ga perlu beli perabotan-perabotan seperti disebut di atas kan?

Alhamdulillah saya bersyukur banget bisa langsung mandiri terpisah dengan rumah orang tua, visi kami membangun rumah tangga hanya dijalankan oleh kami berdua tanpa campur tangan oleh orang tua, atau orang lain. Kemana kami akan membawa rumah tangga ini berada ditangan kami, tanpa rasa rikuh pekewuh(sungkan).terima Kasih Emak Bapak mengajarkan hidup buat kami, Terima kasih Ya Rabb Kau wujudkan jalan terbaik bagi kami.


Reactions:
Categories:

0 comments:

Post a Comment