Tuesday, 8 January 2013

Hujan untuk kawan

Hujan kembali mengguyur jakarta siang ini
deru knalpot mengisi telinga, mata hanya tertuju pada tetesan air di kaca
ingin berbincang rasanya, tapi dingin mengatupkan mulut ini
bisik dalam hati, biarlah berlalu seolah aku tak tahu
Tapi apa gunanya aku bila tak mengutarakan hal baik kepadanya??

Kawan.... ingin rasanya aku berbincang tapi aku takut kau perih
telinga ingin rasanya tak mendengar cerita,
berharap mata tak menatap sesaat itu
ingin lari dari cerita dan tatapan sesaat, tapi tak kuasa bagi aku untuk melakukan
kawan.... tidakkah kau tahu risau yang aku rasa karena mu???
tidakkah kau tak mendengar burung berkicau???

buatku,,,,,
hujan dalam minggu ini penuh dengan petir meski mata tak melihat kilatnya dan telinga tak mendengar ledakannya
Jalan yang basah menguap membuat merasakan panas yang seharusnya hanya sentuhan hangat
ramai jalan tak mewakili lalu lalang pikirku untuk meyampaikan maksudku
ingin segera malam yang larut dan sepi....

Ketika mata tak hanya melihat, telinga tak hanya mendengar
ketika hati tak hanya merasakan dan ketika mulut tak mampu bicara
dan ketika tangan tak mampu merangkul meski dekat dan bertatap


Reactions:
Categories:

0 comments:

Post a Comment